Flu Babi menyerang dunia
Organisasi kesehatan PBB World Health Organization (WHO) memperingatkan flu babi yang menjangkiti Meksiko bisa menyebar ke seluruh dunia. Korban dari virus flu jenis baru ini terus bertambah.
Dirjen WHO Margaret Chan menyerukan, penyakit tersebut merupakan ‘ancaman bagi kesehatan publik yang harus mendapat perhatian internasional.’ Artinya, ada risiko penyakit tersebut akan menyebar lintas negara ke seluruh dunia. Demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2009).
“Ini jelas merupakan virus hewan H1N1 dan berpotensi menjadi pandemi karena bisa menular ke orang,” ujar Chan.
Dalam pernyataannya, Chan mengingatkan semua otoritas kesehatan di seluruh negara agar waspada tingkat tinggi terhadap munculnya gejala penyakit yang tak biasa dan munculnya kasus penyakit yang menyerupai flu. Dia meminta mereka segera melapor ke WHO jika hal demikian terjadi.
Para ahli masih belum memahami virus H1N1 yang merupakan ‘koalisi’ antara flu manusia, flu babi, dan flu burung ini. Perkembangan virus ini terjadi dengan cepat.
Selama beberapa tahun ini WHO memang telah memperingatkan kemungkinan munculnya virus flu baru yang berpotensi menjadi pandemi dan membunuh jutaan manusia.
Jumlah penderita flu jenis baru ini terus bertambah. Sejauh ini ada 20 orang yang telah dipastikan menjadi korban keganasannya, dan 61 orang lainnya diduga kuat juga menjadi korban. Semuanya meninggal dunia. Juga ada 1.300 orang yang diduga telah terinfeksi virus ini.
Pandemi flu terakhir terjadi tahun 1968. Saat itu flu ‘Hong Kong’ menewaskan sekitar 1 juta orang di seluruh dunia.
Flu babi yang menyebar di Meksiko merupakan jenis baru. Jenis flu ini belum pernah ditemukan sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2009), menurut US Center for Disease Control and Prevention, flu ini merupakan campuran dari flu manusia, flu babi, dan flu burung.
Menurut WHO, dari hasil pengujian diketahui virus tersebut serupa dengan flu babi jenis baru, disebut H1N1, yang berjangkit di Kalifornia dan Texas. Flu babi memang kadang-kadang menjangkiti manusia, tetapi sangat jarang menular ke sesama manusia.
Flu tersebut telah membunuh lebih dari 60 orang di Meksiko. Flu serupa juga menyebar di Amerika Serikat dan menjangkiti 8 orang. Namun semuanya berhasil disembuhkan.
Sekolah dan acara-acara publik di Kota Meksiko dibatalkan gara-gara menyebarnya flu ini. Sejauh ini diperkirakan 1.000 orang telah terjangkit.
Pejabat kesehatan global memang belum menyiarkan terjadinya pandemi. Meski begitu, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan.
“Kewaspadaan kita meningkat dari kemarin,” kata Direktur US Center for Disease Control and Prevention, Dr Richard Besser.
Berjangkitnya flu ini telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat Meksiko. Mereka takut flu tersebut menyebar dan sulit ditangani.
“Kami takut karena mereka mengatakan ini belum tentu flu. Ini adalah jenis virus lain dan belum ada vaksinnya,” kata Angeles Rivera, salah seorang pegawai pemerintah Meksiko
Belasan orang di Meksiko tewas serta ratusan lainnya terinveksi virus flu babi. Lebih dari 50 orang juga tewas akibat penyakit yang sama.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menduga, virus tersebut sedikitnya telah menewaskan 60 orang di Meksiko sejak pertengahan Maret lalu.
seperti dilansir bbc.com, Sabtu (25/4/2009), pemerintah Meksiko telah menutup beberapa sekolah yang diduga terjangkit virus tersebut. Pemerintah juga telah mengkampanyekan pemberantasan terhadap penyakit ini.
Kasus serupa tetapi tidak terlalu parah juga terjadi di Amerika Serikat bagian selatan.
Juru bicara WHO, Gregory Hart mengatakan, 12 korban tewas dari Meksiko menunjukkan, mereka akibat gejala terserang virus yang sama.
WHO telah melakukan pertemuan darurat untuk mengantisipasi penyakit serupa agar tidak mewabah ke seantero penjuru dunia. “Ini adalah masalah kesehatan dunia yang harus diperhatikan,” ujar Gregory Hart
source: detik.com













